laporan kimia pengenalan alat

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM




unlam putih





DOSEN PEMBIMBING:
DWI RASY MUJIANTI, S. Si
NIP. 19810516 200801 2 023



OLEH:
AFINA KHOIRIA FAJ’RI
NIM E1E113015





PROGRAM STUDI PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2013
PERCOBAAN 1
PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM
I.       TUJUAN PERCOBAAN
Tujuan percobaan ini adalah untuk memperkenalkan pembakar gas dan alat gelas beserta fungsinya.

II.    TINJAUAN PUSTAKA
Metode ilmiah lebih dari hanya sekedar pernyataan resmi dan langkah-langkah yang selalu kita lakukan untuk memecahkan masalah secara logis. Perhatikan misalnya, bagaimana montir mobil berusaha memperbaiki mobil yang tidak mau hidup mesinnya bila distater. Mula-mula, penyebab yang jelas dari masalah ini akan dilokalisir dengan cara mengamati hasil dari satu atau beberapa percobaan. Selanjutnya bagian/alat yang diperkirakan penyebabnya diganti atau dibetulkan dan kemudian di coba lagi menghidupkan mesin mobil tersebut. Bila montir tersebut tepat memperkirakan penyebab masalah tersebut, mka perkerjaan ini selesai. Jika tidak, maka dilakukan percobaan lainnya, kemudian mengganti dan membetulkannya lagi sampai akhirnya mobil tersebut dapat berjalan kembali (Braddy, 1994).
Bila kita memecahkan suatu masalah dalam ilmu pengetahuan, kita juga akan melaksanakan kita juga akan melaksanakan langkah-langkah yang hampir sama seperti ini. Oleh sebab itu langkah pertama dalam metode ilmu dapat disebut penelitian dan observasi. Hal ini merupakan tujuan eksperimen yang dibuat di laboratorium dimana sifat-sifat dapat diteliti dalam keadaan terkontrol, jadi hasil eksperimen itu dapat diulangi atau diiru kembali (Braddy, 1994).
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day dan Underwood, 1998).
Ketetapan hasil analisa kimia sangat tergantung pada mutu bahan kimia dan peralatan yang dipergunakan, disamping pengertian pelaksanaan tentang dasar analisa yang sedang dikerjakan serta kecermatan dan ketelitian kerjanya sendiri. Ketelitian dan kecermatan kerja, selain merupakan sifat pribadi seseorang akan dapat pula diperoleh karena bertambahnya pengamatan kerja seseorang sehingga menjadi kebiasaan yang berguna bagi kelancaran kerjanya. Penanganan bahan kimia dan peralatan pokok yang banyak dipergunakan merupakan persyaratan penting demi keselamatan dan hasilnya pekerjaan analisa kimia (Day dan Underwood, 1998).
Analisa kimia menentukan macam, struktur, dan jumlah zat, maka setiap cabang kegiatan manusia yang menyangkut materi, langsung atau tidak langsung memerlukan analisa kimia. Yang dimaksud dengan cabang kegiatan adalah segala sesuatu yang manusia, termasuk ilmu pengetahuan, perdagangan, perindustrian, pencegahan penyakit dan penyembuhan si sakit, produksi bahan pangan, penyemaian, pengolahan, peran, olahraga, penyusutan kejahatan, dan sebagainya (Harjadi, 1990).
Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat yang digunakan mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi hasil pengukuran dari gelas ukur sangat kurang tepat, sehingga dalam penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat pengukuran lain yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan (Rohman, 1998).

III.    ALAT DAN BAHAN
A.    Alat
Adapun alat yang digunakan adalah tabung reaksi, labu ukur, pipet, gelas beaker, erlenmeyer, buret, corong, neraca analitik, dan termometer.
B.     Bahan
Bahan yang digunakan adalah akuades, KMnO4 0,1 M, Pb asetat 0,1 M, K2Cr2O7 atau Na2Cr2O7.




IV.    PROSEDUR KERJA
A.    Pengenalan Alat Gelas
1.      Tabung reaksi, pipet, labu takar, gelas piala, erlenmeyer, dan buret dicuci.
2.      Memasukkan 25 ml akuades ke dalam erlenmeyer 250 ml dengan menggunakan pipet.
3.      Buret diisi dengan akuades pada sembarang angka. Membaca miniskus awalnya. Cairan dikeluarkan dengan lambat sampai beberapa mililiter, lihat miniskus. Kemudian ditunggu beberapa menit, dan lihat miniskusnya lagi.Volume air yang keluar dihitung, diisi lagi, baca miniskus awalnya, keluarkan dengan cepat, baca miniskusnya. Tunggu beberapa menit, baca lagi miniskusnya (adakah perbedaan penurunan dengan cepat dan lambat).
4.      Buret diisi dengan larutan KMnO4 0,1 M. baca miniskus awalnya. Apakah ada beda pembacaan miniskus pada air (larutan tak berwarna) dengan KMnO4(larutan berwarna gelap).
B.     Penyaringan
1.       5 ml larutan Pb asetat 0,1 M diambil dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 5 ml H2SO4 0,1 M, diamati endapan yang terjadi. catat warna endapan.
2.      Kertas saring diambil dan timbang dengan neraca analitis. Lipat menjadi ¼ lingkaran, kemudian lipat lagi menjadi 2-3 kali lipatan.
3.      Kertas saring yang sudah dilipat dimasukan pada corong dan dibasahi sedikit dengan akuades hingga melekat pada dinding gelasnya.
4.      Corong yang berkertas saring tadi dipasang di atas erlenmeyer untuk menampung filtrat atau cairan cucian.
5.      Larutan dituang pada langkah 1 ke dalam corong berkertas saring tadi, oven kertas saring dan endapannya sampai kering serta ditimbang kembali kertas saring dan endapan.





V.    HASIL PENGAMATAN
Tabel 1: Hasil pengamatan pengenalan alat
No
Nama & gambar alat
Fungsi
Keterangan
1
Kaki tiga
Sebagai tungku dari wadah bahan – bahan yang dipanaskan dan biasanya dilengkapi dengan kawat asbes


2
Segitiga porselin
alat penopang wadah bahan-bahan yang akan dipanaskan di atas kaki tiga

3
Kasa
pengenalan alat-alat lab
sebagai alat perata panas, sehingga pemanasan zat-zat dalam wadah
Dengan cara diletakkan di kaki tiga.
4
Gegep
sebagai pembantu pengambilan alat-alat yang tidak boleh diambil dengan tangan

5
Penangas air
sebagai pemanasan zat dengan  menggunakan uap air

6
Cawan porselin P_crucible
Untuk mereaksikan zat dalam suhu tinggi, mengabukan kertas saring, menguraikan endapan dalam gravimetri sehingga menjadi bentuk stabil

7
Pinggan porselin
P_evaporatingdish
Untuk menguapkan larutan sehingga lebih pekat atau menjadi kering, mengkristalkan zat dan untuk menyublim zat

8
Tabung reaksi
Untuk mereaksi zat- zat dalam bentuk sedikit

9
Gelas piala
Sebagai tempat larutan dan juga untuk memanaskan zat-zat , menyiapkan pelarut untuk memekatkan

10
Erlenmeyer
P_erlenmeyers
Untuk tempat zat yang dititrasi dan dapat juga untuk memanaskan larutan

11
Gelas ukur
Untuk mengukur voume zat kimia dalam bentuk cair

12
Labu ukur
Untuk membuat larutan standar atau larutan tertentu dengan volume setepat-tepatnya

13
a.       Pipet gondok
b.    Pipet volume
P_pipets
a. Untuk mengambil                  larutan dengan volume teratur dan tepat
b. Untuk mengukur volume larutan

14
Buret
burette
Untuk melakuan titrasi

15
Statif
P_buret
Untuk menjepit buret

16

Sudip
Untuk mengaduk suatu campuran atau larutan zat kimia ketika melakukan reaksi-reaksi kimia

17
Gelas arloji
Untuk menimbang zat berbentuk kristal, menutup bejana lain waktu pemanasan dan menguapkan cairan

18
Corong
P_funnels
Untuk membantu ketika memasukkan cairan ke dalam suatu tempat yang sempit

19
Botol semprot
P_washbottle
Untuk membersihkan dinding-dinding bejana dan sisa-sia endapan, mengeluarkan air/ cairan dalam jumlah terbatas, dan tempat menyimpan air

20
Desikator
Untuk menyimpan zat-zat agar kering (eksikator tidak diisi bahan pengering) atau untuk mengeringkan zat (perlu bahan pengering)

21
Rak gelas reaksi
Tempat meletakkan tabung reaksi

22
Oven
Mengeringkan atau mensterilkan alat-alat laboratorium

Suhunya mencapai    120o C
23
Neraca analitik
Untuk menimbang alat dan bahan
Terbuat dari elektronik
24
Pipet tetes
P_droppers
Memindahkan larutan dalam jumblah sedikit


Tabel 2 : Penyaringan
No.
Langkah Percobaan
Hasil Pengamatan



1.
Mengambil 5 ml larutan Pb asetat 0,1M dan menambahkan 5 ml H2SO4 0,1 M, mengamati endapan yang terjadi.
Endapan berwarna putih susu.
2.
Mengambil kertas dan menimbang dengan neraca analitik
Berat kertas saring awal 0,46gr
3.
Memasukan kertas saring kedalam corong, membasahi sedikit dengan akuades dan memasng kertas saring di atas erlenmeyer.
Untuk melekatkan kertas saring pada corong dan menyaring endapan.
4.
Menuangkan larutan Pb asetat dan H2SO4 kedalam corong yang berkertas saring, mengoven kertas saring dan endapannya sampai kering dan menimbang kembali kertas saring yang telah di oven.
Berat kertas saring setelah di oven 0,50 gr. Massanya bertambah sebanyak 0,04 gr.




Pembahasan
      Berdasarkan tabel1, pengenalan alat-alat kimia tergolong menjadi 4 golongan, antara lain:
1.      Alat ukur
a.       Timbangan analitik
b.       Pipet volume
2.      Alat Gelas
a.       Gelas ukur
b.      Labu Ukur
c.       Pipet ukur
d.      Beaker gelas
e.       Buret
f.       Erlenmeyer
g.      Corong
3.      Alat pemanas
a.       Oven
b.      Penangas air
4.      Alat bantu lainnya
a.       Kaki tiga
b.      Kasa
c.       Segitiga porselin
d.      Sudip
e.       Gegep
f.       Statif
g.      Rak tabung reaksi
Berdasarkan tabel 2 penyaringan.
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan endapan-endapan dari larutan- larutan inti,agar endapan bisa bebas dari larutan secara kuantatif. Dalam praktikum ini penyaringan yang dilakukan yaitu menyaring 5 ml larutan Pb asetat 0,1 M dan ditambahkan dengan 5 ml H2SO4 0,1 M. Berat pada saat kertas saring sebelum digunakan 0,46 g sedangkan di oven berat bertambah 0,04 g.

VI.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan praktikum, maka kesimpulan yang dapat diambil antara lain sebagai berikut :
1.      Alat-alat laboratorium bermacam-macam, umumnya terbuat dari gelas dan mudah pecah. Oleh karena itu,maka diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam menggunakannya.
2.      Bahan-bahan yang digunakan di laboratorium kebanyakan mempunyai sifat yang sangat berbahaya,oleh karena itu diperlukan ketelitian dan kehati-hatian dalam menggunakannya.
3.      Peralatan di laboratorium pada umumnya meliputi alat-alat pemanasan, alat-alat untuk mereaksikan zat,serta alat-alat pengukur volume.
4.      Suatu cairan da dalam buret akan membentuk cekungan (miniskus).
5.      Untuk larutan yang tidak tua warnanya,posisi dasar miniskus yang di baca, sedangkan yang berwarna gelap di baca adalah bagian atasnya.



















DAFTAR PUSTAKA


Brady, J. E. 1994. Kimia Universitas Edisi Kelima. Jilid Pertama. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Day, R.A. Jr and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R. Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.

Harjadi , W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Grammedia. Jakarta.
Rohman, T. 1998, Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah
Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia. Banjarbaru.

Friday, April 18, 2014
Posted by Afina Khoiria

Popular Post

Blogger templates

Labels

- Copyright © F A J R I -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -